Traditional Forest-Related Ecological Knowledge and Biodiversity Preservation as Source of Science Learning Based Local Wisdom: The Case Study of Hutan Rumbio in Kampar, Indonesia

Authors

  • Maratul Matsna Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Aldeva Ilhami Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Susilawati Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Ciptro Handrianto University Putra Sultan Idris, Malaysia
  • Fatmawati Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Hendra Saputra Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

DOI:

https://doi.org/10.61291/supernova.v1i1.3

Keywords:

local wisdom, traditional forest, ethnoscience, ethnoecology, Riau

Abstract

This study aims to identify indigenous malay’s knowledge about a holistic understanding of forest management in Rumbio Kampar, Riau Province. Data was obtained from observation and interview methods. key informant interviews with the tribal chief or niniak mamak, village head, and indigenous farmer. We carried out a direct observation to measure plant diversity. The data were analyzed using the Milles and Huberman qualitative analysis design and the diversity index. The study found that the key traditional ecological knowledge used to conserve sacred forest in the study area includes customs for forest protection. The biodiversity index of the sacred forest shows a moderate category. The traditional practices impact the surrounding natural areas and rural communities. These finding confirmed that malay customary regarding rumbio forest have conservation values.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afif, K. (2016). Karakteristik Habitat dan Penyebaran Kulim (Scorodocarpus Borneensis Becc) di Hutan Larangan Adat Rumbio.

Anggraini, W. (2018). Keanekaragaman Hayati Dalam Menunjang Perekonomian Masyarakat Kabupaten Oku Timur. Jurnal AKTUAL, 16(2), 99–106. https://doi.org/10.47232/aktual.v16i2.24

Anwar, S., Aini, S., & Deovani, B. (2017). Sosialisasi Pentingnya Tidak Membuang Air Besar Di Sungai (Stop Babs) di Desa Gampang Kecamatan Prambon. Jurnal Abadimas Adi Buana, 1(1), 43–48. https://doi.org/10.36456/abadimas.v1.i1.a679

Ardhana, I. P. G. (2016). Dampak Laju Deforestasi Terhadap Hilangnya Keanekaragaman Hayati di Indonesia. Metamorfosa: Journal of Biological Sciences, 3(2), 126. https://doi.org/10.24843/METAMORFOSA.2016.v03.i02.p09

Aristides, Y., Purnomo, A., & Adji, S. (2016). Perlindungan Satwa Langka di Indonesia dari Perspektif Convention On International Trade In Endangered Species Of Flora And Fauna (CITES). Serambi Hukum, 5(4), 1–17.

Asrini, N. K., Adnyana, I. W. S., & Rai, I. N. (2017). Studi Analisis Kualitas Air. ECOTROPHIC : Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science), 11(2), 101–107.

azharo, atika. (2020). Pengelolaan Berkelanjutan Ekowisata Hutan Larangan Adat Kenegrian Rumbio.

Azwar, B., Roza, D., Thamrin, H., & Elfiandri, E. (2021). Strategi keberlanjutan pengelolaan hutan larangan adat Kenegerian Rumbio Kabupaten Kampar Propinsi Riau. Dinamika Lingkungan Indonesia, 8(1), 57–64. https://doi.org/10.31258/dli.8.1.p.57-64

Hasugian, R. marito. (2017). Sebaran Pohon Penghasil Buah-Buahan di Hutan Larangan Adat Kenegrian Rumbio kecamatan Kampar kabupaten Kampar Provinsi Riau.

Hutabarat, S. (2015). Perkembangan dan Perlindungan Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional Ditinjau dari Perspektif Hak Kekayaan Intelektual. 2(2), 202–219.

Jufrida, Fibrika, Rahmat, B., & Rahma, S. (2018). Potensi Kearifan Lokal Geopark Merangin Sebagai Sumber Belajar Sains di SMP. Edufisika, 3(1), 10.

Kamilia Izzatul, N. (2015). Kerusakan Hutan Dan Munculnya Gerakan Konservasi Di Lereng Gunung Lamongan, Klakah 1999-2013. Publik Budaya, 1(3), 73.

Khairina, E., Purnomo, E. P., & Malawnai, A. D. (2020). Sustainable Development Goals: Kebijakan Berwawasan Lingkungan Guna Menjaga Ketahanan Lingkungan Di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ketahanan Nasional, 26(2), 155–181. https://doi.org/10.22146/jkn.52969

Naim, M., & Hisani, W. (2018). Identifikasi dan Karakterisasi Jenis Juwet (Syzygium cumini) pada Berbagai Daerah di Sulawesi Selatan. Jurnal Perbal Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo, 6(3), 76–88.

Nuralamin. (2015). Local Wisdom On Saving Tropical Forest.

Pamoengkas, P., & Prayogi, J. (2011). Pertumbuhan Meranti Merah (Shorea leprosula Miq) Dalam Sistem Silvikultur Tebang Pilih Tanam Jalur (Studi Kasus di Areal IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma, Kalimantan Tengah). Jurnal Silvikultur Tropika, 2(1), 9–13.

Panjaitan, S., Rusmana, & Alamsyah, M. S. (2010). Pertumbuhan Tanaman Meranti Merah (Shorea Pauciflora King) Umur 36 Bulan dengan Metode Rumpang di Hutan Penelitian Kintap Kalimantan Selatan. Jurnal Penelitian Dipterokapra, 4(1), 73–84.

Reflita. (2015). Eksploitasi Alam dan Perusakan Lingkungan (Istibath Hukum atas Ayat-Ayat Lingkungan). Substantia, 17(2), 147–158.

Ripin, ., Astiani, D., & Burhanuddin, . (2017). Jenis-Jenis Pohon Penyusun Vegetasi Hutan Rawa Gambut Di Semenanjung Kampar Kecamatan Teluk Meranti Provinsi Riau. Jurnal Hutan Lestari, 5(3), 807–813.

Sabaruddin. (2017). Keanekaragaman Jenis Burung di Hutan Larangan Adat Kenegrian Rumbio Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar Provinsi Riau.

Salim, M. (2016). Adat Sebagai Budaya Kearifan Lokal Untuk Memperkuat Eksistensi Adat Ke Depan. Al Daulah : Jurnal Hukum Pidana Dan Ketatanegaraan, 5(2), 244–255. https://doi.org/10.24252/ad.v5i2.4845

Setiadi, D. (2005). Keanekaragaman Spesies Tingkat Pohon di Taman Wisata Alam Ruteng, Nusa Tenggara Timur. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 6(2), 121. https://doi.org/10.13057/biodiv/d060210

Simorangkir, D. (2000). Pengelolaan Hutan oleh Masyarakat Adat di Wilayah Pengelolaan Kawasan HutanPartisipatif (PKHP) Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. 1, 100.

Siswoko, B. (2008). Pembangunan, Deforestasi dan Perubahan Iklim. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 14(2), 89–96.

Sukendro, A., & Sugiarto, E. (2012). Respon Pertumbuhan Anakan Shorea Leprosula Miq, Shorea Mecistopteryx Ridley, Shorea Ovalis (Korth) Blume Dan Shorea Selanica (Dc) Blume Terhadap Tingkat Intensitas Cahaya Matahari. Jurnal Silvikultur Tropika, 3(1), 22–27.

Zairin. (2017). Kerusakan Lingkungan dan Jasa Ekosistem. 1–13.

Downloads

Published

2023-08-31

How to Cite

Matsna, M., Ilhami, A., Susilawati, Handrianto, C., Fatmawati, & Saputra, H. (2023). Traditional Forest-Related Ecological Knowledge and Biodiversity Preservation as Source of Science Learning Based Local Wisdom: The Case Study of Hutan Rumbio in Kampar, Indonesia. Supernova Science Education Journal, 1(1), 1–15. https://doi.org/10.61291/supernova.v1i1.3